Kamis, 15 November 2012

Apa Sih Enaknya Naik Kapal?

Hmm, naik kapal? Yah banyak enaknya! Terhitung sampai sekarang, saya sudah tiga kali naik kapal dan saya enggak nyesel atau kapok sama sekali. Pertama kalinya saya naik kapal, KL Gunung Dempo dari Makassar dengan tujuan Tanjung Perak, Surabaya. Waktu itu, saya nekat cari Kantor Pelni yang ada di Jl. Jenderal Sudirman untuk cari-cari info tiket. Nyokap saya enggak ngijinin. Tapi sayanya bandel dan langsung beli tiket kapal laut ke Surabaya. Akhirnya dengan tekat batu sebatu-batunya, akhirnya saya naik kapal! Hore! First time was so unforgettable! Dengan diantar Tante, saya akhirnya sampai di tempat kelas ekonomi. Karena semua tempat tidur kelas ekonomi sudah penuh dengan penumpang dari Jayapura dan Ambon, akhirnya saya dititipin sama Keluarga Ambon antah berantah yang mau ke Salatiga. “Orang Ambon ya, Bu?” tanya tante sama ibu-ibu yang sedang duduk. “Saya titip keponakan saya, Bu. Saya juga Orang Ambon.” “Silahkan, duduk saja disini. Biar dia sama anak-anak saya”, katanya dengan ramah. Setelah berbasi-basi dengan Keluarga Ambon ini, Tante langsung pamit ninggalin saya. Kagoklah saya. Mana perjalanan menuju Surabaya satu hari satu malam lagi! Terhitung lama untuk orang yang tidak sabaran seperti saya. 

Enggak terasa, sudah waktunya makan siang. Pergilah saya ke pantry untuk mengambil makanan dengan membawa tiket kapal untuk di stempel. Setelah lama diperhatikan, ternyata makanan kapal yah itu-itu aja. Baru saya sadari belakangan bahwa makanan ini universal dikapal manapun. Nasi dengan telur yang lebih banyak kandungan tepungnya daripada telurnya untuk pagi hari. Sedangkan makanan siang dan malam, pantry menyajikan penumpang nasi dengan ikan kuah kuning ditambah sayur kol kacang merah. Tentu saja orang yang enggak pernah naik kapal seperti saya langsung enek makannya itu-itu saja. Mana lupa lagi bawa abon.,TTK, atau sosis yang biasa dibawa ke gunung! T.T 

Akhirnya saya makan seadanya dipojokan tempat tidur. Mau diapa daripada enggak makan? Tak lama, tiba-tiba saya diajak makan berjamaah sama Keluarga Ambon sebelah. Dikasih lauk TTK dan telur rebus gretongan. Asyik! Makanan saya akhirnya terjamin gara-gara keluarga ini! Setelah itu saya tidak sungkan-sungkan lagi untuk bertukar cerita bersama Keluarga Ambon ini. Bahkan saya juga kenalan sama Bapak-Ibu dari Jember yang sudah lama tinggal di Jayapura. Ada juga Ibu-ibu dari Ambon beranak tiga yang mau pulang ke Gresik. Suasana jadi lebih mencair sekarang. Dua row tempat tidur ekonomi yang berhadap-hadapan ini membuat kami semua akhirnya akrab satu sama lain. Itulah keuntungannya naik kapal kelas ekonomi. Jadi kenal banyak orang. 

Lain lagi dengan cerita perjalanan saya naik kapal laut ke Sebatik dengan rute Makassar – Pare-Pare – Balikpapan – Tarakan – Nunukan. Hmm, cukup penat juga karena menghabiskan tiga hari dua malam sampai ke tujuan. Untungnya saya juga enggak sendirian karena saya bersama rombongan 20 Anak Unhas yang ditugaskan KKN ke Pulau Sebatik, perbatasan Indonesia-Malaysia. Di kapal ini, saya menemukan fakta teryata banyak hiburan yang bisa dicoba. Bioskop? Ada! Setiap dua jam sekali akan ada pengumuman dari dek 2 bahwa akan ada film yang diputar. Rata-rata sih Film Indonesia/Asia yang agak esek-esek. Satu harian saya bisa dengar promosi film-film hantunya Depe sampai puluhan kali. Sampai agak muak dengernya juga. Akhirnya saya coba nonton film korea Sex is Zero. Masuk kesana, mas-mas semua. Saya dan sepupu agak sungkan juga. Begitu masuk kesana, saya terkaget-kaget. Yang dijadikan tempat nonton kami di dek 2 ini sebenarnya tempat penyimpanan barang yang disulap menjadi tempat nonton seadanya dengan tirai merah dan LCD beserta komputernya yang tersembunyi di samping tirai merah. Walau begitu, banyak penumpang yang ternyata tertarik nonton bioskop di kapal ini. Buktinya semua kursi penonton terisi semua. 

Selain bioskop kapal, ada juga Pub yang terletak di dek 3 yang diisi penampilan band dengan penyanyi dangdut seksi. Mereka sukses membuat saya bersama Anak KKN lain goyang dombret bersama mas-mas hingga lupa waktu. Kegilaan saya tambah terasa lengkap dengan spontan tanpa mamacing (malu-malu kucing) menyumbang lagu andalan saya, Pergi Untuk Kembalinya Ello dan Rame-Ramenya Glenn Fredly. Dan diakhir lagu saya keceplosan bilang, “Lagu ini buat anak-anak Unhas yang KKN ke Sebatik. Semoga kita lancar KKNnya!” Langsung Anak-Anak KKN lari semua dari pub nanggung malunya Unhas. Hahaha! (Narsis sedikit boleh kan?) 

Beda lagi cerita di kapal ketiga yang saya naiki menuju Bakaheuni, Lampung. Saya jalan-jalan sekitar dek kapal. Tiba-tiba ada petugas kapal yang meminta perhatian sebentar dan ngomong tentang keselamatan dan kehati-hatian penumpang yang membawa anak agar diperhatikan. Tampaknya tidak ada pengeras suara sampai dia harus begitu. Bagaimana dengan penumpang lain yang tidak sempat lihat? Dan itu sepertinya cuma intro. Ternyata motif sebenarnya si petugas kapal ini adalah promosi produk-produk kapalnya. Ternyata perjalanan ke Bakaheuni masih setengah jalan. Saya keliling-keliling di bagian dalam kapal untuk menghindari hujan. Tiba-tiba ada yang menarik perhatian saya. Ada dua mas-mas yang nyelupin kaki di satu kolam hijau. Saya perhatikan lebih dekat, lebih dekat lagi, dan ternyata ada fish-spa disini! Tampak ikan garra rufa yang asyik menggerogoti kulit mati di kaki dua mas-mas itu. Saya lihat harganya Rp 10.000/30 menit. Wah, boleh juga! Akhirnya saya coba juga. Wah geli! Tapi enggak apa-apa. Sekalian ngebersihin kaki yang kudukan. Hehehe.

nyelupin kaki ke kolam fish spa
Itulah sekilas pengalaman saya naik kapal laut. Jadi jangan terlalu mikir-mikirin jeleknya dan enggak efisiennya kapal aja. Malah dari sini, saya banyak kenalan dan dapat pengalaman baru. 

Tips naik kapal kelas ekonomi :

  1. Jangan lupa bawa camilan dan makanan pelengkap seperti abon, TTK, sosis langsung makan supaya makanan Anda bervariasi
  2. Jangan takut untuk menjelajahi setiap bagian kapal. Siapa tahu Anda dapat hal menarik yang bisa Anda coba
  3. Jika Anda sendirian, jangan mudah percaya menitipkan barang ke orang kecuali Anda sudah benar-benar yakin orang itu bisa dipercaya
  4. Kalau mau ke toilet, lebih baik Anda ke toilet umum milik kelas I atau II. Toilet kelas ekonomi sering kali bau dan banyak ‘fauna’
  5. Kalau Anda memutuskan untuk keluar menjelajahi tempat transit, jangan lupa untuk memperhitungkan waktu. Setengah jam sebelum kapal berangkat, Anda harus sudah kembali.

2 komentar: