Selasa, 13 November 2012

Kelalang-Keliling Sumatera Barat!

Mengetahui ternyata Sumatera Barat mempunyai wisata yang luar biasa, saya tertegun. Dalam perjalanan kali ini, saya mengecualikan Kota Padang. Saya tertarik menyusuri pesona Sumatera Barat yang lain. Pengalaman memandangi Ngarai Sianok yang begitu indah dari kejauhan, mengelilingi dinding-dinding yang dialiri beberapa air terjun eksotis Lembah Harau yang membuat saya ‘merinding’, sampai mencicipi snack khas Payakumbuh di Pasar Payakumbuh menjadi pengalaman yang tak terlupakan bagi saya dalam perjalanan ini. 

 • Jam Gadang, Ngarai Sianok, Lubang Jepang 
Tak terasa, sudah tengah hari ketika saya sampai di satu hotel murah di sebelah pasar bawah. Tanpa berlama-lama, jam gadang yang hanya sejauh 20 meter dari hotel menjadi tujuan utama tempat wisata saya. Jam Gadang telah berdiri sejak zaman Belanda. Tempat ini menjadi pusat pasar dan perbelanjaan. Terhitung Ramayana, Plaza Bukit Tinggi, KFC, dan Pizza Hut bisa Anda dapatkan dengan mudah disitu. Tak jauh dari sana juga, Anda bisa mengunjungi mesjid raya Bukit Tinggi dan Kebun Binatang Bukit Tinggi hanya dengan jalan kaki. Tanpa berlama-lama, saya langsung menuju Ngarai Sianok dan Lubang Jepang. Walau hujan rintik-rintik tidak menyurutkan kami untuk pergi kesana. Ngarai Sianok merupakan kumpulan lembah yang menyuguhkan pemandangan yang begitu memukau. Bagi Anda yang mau melihatnya lebih dekat, Anda dapat turun ke bawah menyusuri dari bawah lembah-lembah tersebut. Jangan lupakan Lubang Jepang karena tempat ini satu kompleks dengan Ngarai Sianok. Ketika memasuki gua, saya bertanya-tanya apakah pengap berada didalam gua ini. Ternyata saya salah. Bagi yang mau memasuki gua ini, Anda pasti merasa lumayan dingin. Lorong-lorong buatan dulu maupun yang yang baru dibuat memenuhi ruang lubang jepang. Ruang amunisi, cafetaria, dan penjara membuktikan bahwa tentara Jepang pernah bertahan hidup dan menjadikan Lubang Jepang ini sebagai tempat pertahanannya di Bukit Tinggi. Sayang, banyak tangan-tangan jahil yang mencoret-coreti sisi gua, dan akhirnya mengurangi keindahan dari gua bersejarah ini. 

Jam Gadang dengan penuh keramaian

• Danau Maninjau 
Siapa yang tak tahu Danau Maninjau? Danau ini jarang dilewatkan wisatawan yang berkunjung ke Sumatera Barat. Terhitung hanya beberapa danau yang berada di Sumatera Barat yakni Danau Maninjau, Danau Singkarak, Danau Atas, dan Danau Bawah, tetapi Danau Maninjau selalu menjadi top list wisata Sumatera Barat yang harus dikunjungi. Untuk menuju Danau Maninjau, dari Bukit Tinggi Anda bisa menaiki bus Harmoni yang bisa ditemui baik di Terminal Aur Kuning maupun simpang Padang Lua. Anda hanya cukup membayar Rp. 10.000 untuk sampai di Pasar Maninjaunya. Sebelum sampai disana, kita akan melewati berpuluh-puluh kelok menuju ke bawah yang membuat orang-orang yang pertama kali kesini bisa pusing kepayang. Jadi, siap-siaplah obat mabuk darat Anda! Oiya, Jangan lupa mencoba kuliner khas Danau Maninjau. Apabila Anda mencoba ikan bilih di Danau Singkarak, Anda harus mencoba palai ringua dan pensi (kerang remis kecil) yang menjadi khasnya. Kemarin, saya sampai tersasar di daerah wisata Muko-Muko, dekat PLTA. Tapi, daerah wisata ini kurang menonjolkan pemandangan Danau Maninjaunya. Untuk menyaksikan pemandangan eksotis Danau Maninjau bersama keramba-keramba ikannya, Anda dapat pergi ke Lawang Park atau Puncak Lawang. It’s so exotic place
Pemandangan Danau Maninjau dari Lawang Park

• Payakumbuh 
Payakumbuh merupakan daerah Sumatera Barat di sebelah timur laut di Bukit Tinggi. Pertama-tama saya ragu harus memilih pergi ke Payakumbuh atau Batusangkar. Tapi akhirnya saya nekat naik ojek hotel dengan rute Lembah Harau – Pasar Payakumbuh – Istana Pagaruyung Batusangkar – Lembah Anai! Hahaha! Saya sampai hujan-hujanan karena disini lagi musimnya hujan, apalagi di daerah Padang Panjang si kota hujan! First of all, Lembah Harau, I dare to say that this is the real Canyon of Indonesia! Why? Keindahan tebing-tebing merah ditambah beberapa air terjun yang eksotis menjadi daya tarik wisatawan. Tak heran, banyak turis-turis dari luar yang saya temukan disini. Anda juga tak perlu kelaparan disini karena disetiap spot-spot air terjun yang ada di Lembah Harau, terdapat warung-warung makan berjejer sekadar untuk bersantai. Setelah puas dua jam mengitari Lembah Harau, saya melanjutkan berburu kuliner khas Payakumbuh. Sampai disana-sana kuliner tujuan pertama saya, sate dangung-dangung, ternyata belum buka. Makanan yang berada di food street payakumbuh ini ternyata baru ada ketika sore. Tapi saya tidak patah niat, selanjutnya saya mencari snack khas Payakumbuh seperti gelamai, bareh rendang, dan batiah. Maknyuslah rasanya! Silahkan bawa oleh-oleh untuk keluarga Anda karena camilan khas ini hanya di jual di Payakumbuh saja!
Ibu penjual camilan di Pasar Payakumbuh

• Batusangkar 
Perjalanan dari Payakumbuh ke Batusangkar dengan ngojek benar-benar bikin pantat saya pegal! Tapi apa daya? Saya lebih baik naik ojek daripada naik travel dengan harga dua kali lipat. Sampai daerah Batusangkar, saya singgah untuk makan di RM Flora. RM Flora sendiri rutin menjadi tempat singgah makan turis-turis lokal maupun luar yang datang berkunjung ke Batusangkar. Selain kulinernya yang nikmat, letak RM Flora sendiri pas ditengah-tengah sawah dan langsung menghadap ke gunung menjadi salah satu nilai tambah Anda untuk makan disini. Setelah puas, saya langsung pergi ke destinasi utama saya di Batusangkar. Istana Pagaruyung! Mari foto-foto! Yang tidak bawa kamera, tenang saja, karena ada jasa foto dan penyewaan baju puteri dan suntiang di bawah rumah panggung Istana Pagaruyung. Saya akhirnya foto dengan baju adat Padang ini. 

Berfoto bersama bule. Padahal sesama turis juga -,-

Tiba-tiba ada turis dari luar yang ingin berfoto bersama saya padahal saya sudah bilang, “I'm a tourist too! You can wear that dress too if you want it.” Tampaknya perkataan saya tidak dihiraukan. Yah, demi mempromosikan Istana Pagaruyung, saya rela deh difoto-foto bareng bersama mereka. Itulah perjalanan saya keliling Sumbar. Walau harus agak nyasar-nyasar di Danau Maninjau, gagal naik paralayang di Puncak Lawang, ataupun terhadang hujan keras di Padang Panjang, at least, saya sudah tahu gambaran besarnya mengenai daerah Sumatera Barat. Masih banyak tempat wisata yang belum saya kunjungi karena waktu dan cuaca yang kurang mendukung. Sebaiknya untuk jalan-jalan, pilihlah waktu yang bukan musim hujan (September-April) karena akan repot kita untuk berkeliling kemana-mana dengan kendaraan umum ataupun ojek. 

 So, Are you guys ready for Sumatera Barat Trip? Try it if you want!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar