Kamis, 16 Juni 2016

CORETAN UPRIT! (CuPrit!) : PHUKET

DAY 4 : PHUKET TOWN
Tepat jam 9 pagi, saya sampai di Phuket Town. Dari terminal 2 Phuket, saya dan Alec, teman backpackingan saya dari Jerman, lanjut kearah kota dengan transportasi soengthaw warna pink, kendaraan khas disana yang mirip bemo-nya si doel, seharga 17 baht. Akhirnya saya dan Alec berpisah di
perempatan Old Phuket Town, dekat Yaowarat Road. Saya masih harus berjalan 500 meter kearah Phuket Road, dekat Surin Circle Clock Tower untuk pergi ke hostel saya, Night Hostel.

Setelah 3 jam beristirahat, mandi untuk buang daki dan melepas lelah, saya berniat mencari travel tour ke Phi-Phi Island dan tiket untuk Phuket FantaSea Show. Berbekal map dan tips dari resepsionis baik hati di hostel, saya ngebandingin harga di beberapa travel tour yang dilewati. Finally I got a good price, 1300 baht for Phi-Phi Island Tour (harus dipastiin, harga tiket ini sudah termasuk tiket masuk Maya Bay seharga 300 baht) dan 1700 baht untuk FantaSea Show (include pick up, exclude dinner). Total 3000 baht, but it was worthed! Sebenarnya ada Simon Cabaret Show yang isinya cewek-cewek palsu yang terkenal disana, tapi saya kurang tertarik. Setelah fix beli tiket, saya keliling Old Phuket Town siang-siang. Bangunan di Old Phuket Town mirip bangunan-bangunan pecinan tua di Jakarta. Kebetulan ada Night Market yang banyak menjual snack khas Thailand dan pernak pernik di Old Town, saya menghabiskan waktu bersama Alec disana. Ketemu cocktail yang sweet and strong. Hahaha. Akhirnya kami pulang hangover TOTAL! Hahaha :)

Kebetulan ada Night Market di Old Phuket Town

Cheap Cocktail just 89 baht! Sweet and Strong!

DAY 5 : PHI-PHI ISLAND TOUR, PHUKET FANTASEA SHOW
Saya di jemput oleh pihak travel tour sekitar jam 7.30 pagi. Sampai dalam bus jemputan, eh malah satu ketemu orang Indonesia yang sama gilanya. Akhirnya! Hahaha. Namanya Pai dari Pontianak. Btw, rute kami dimulai dari Khai Island, pulau terdekat dari Phuket.

Khai Island, Here We Are!

Pose sama ferry boatsnya turis-turis

Sampai disini, banyak sekali turis dari Asia Timur; Korea, China, dan Jepang dengan badan oppa ganteng-ganteng dan eonni yang cantik-cantik. Saya sama Pai salah fokus total liat-liat mereka asyik berenang. Saya pun menyesal kenapa ya saya tidak pakai bikini sedangkan banyak turis-turis Ibu Asia yang punya lemak-lemak gelambir masih pede pakai bikini dan saya tidak. Lain kali saya harus pakai. HARUS! Setelah dari Khai, kami pun langsung Phi-Phi Island untuk snorkeling sebentar. Underwater viewnya biasa sih menurut saya, bagusan Indonesialah. Daerah Phi-Phi, sebenernya bukan lagi termasuk Phuket, akan tetapi sudah masuk Krabi Town. Tiba di Pulau Phi-Phi Don, kami langsung cus pergi makan siang. Anjis, prasmanannya oke bangetlah. Kita bisa banyak banget makan tanpa harus was-was itu halal or haram karena Phi-Phi sudah masuk wilayah Krabi dimana notaben penduduknya mayoritas beragama Islam. Rata-rata yang masak hijabers semua, jadi Insya Allah aman. 

Dari Phi-Phi Don, kami pun lanjut marathon menyusuri Monkey Beach. Bule-bule agak fascinating liat monyet, kalau saya sih, biasa liat topeng monyet, jadi biasa aja jadinya. Sekilas lewat batu-batu kerennya Phileey Lagoon dan akhirnya sampai pada tujuan akhir, Maya Bay, pantai dimana Leonardo DiCaprio syuting film The Beach tahun 1996. Rame bangetlah pokoknya disana. Bagus sih viewnya, pemandangannya nyaris mirip dengan Pantai Teluk Hijau Pacitan saya kunjungi tahun kemarin.

Maya Bay, Ko Phi Phi National Park

Maya Bay on Action!

Pulang dari Maya Bay, kami kembali ke pelabuhan utama untuk kembali ke Phuket Town. Capek? Luar biasaaaaa.. Sampai di hotel, dan tak sampai satu jam, saya kembali dijemput panitia FantaSea Show jam 7 teng. FantaSea Show itu kayak private pleasure park. FantaSea Show itu sejenis cultural show yang berisi tarian, upacara, sampai sirkus khas Thailand. yang saya penasaran, how to train those elephants for that big circus? Kerenlah pokoknya mereka. Sayang, kamera not allowed on that show, jadi nggak bisa ngambil apa-apa deh.

Pulang dari sana saya kembali diantar oleh panitianya. Kali ini saya sendiri. Karena saya sengaja lambat keluar untuk ngabisin waktu keliling tempat-tempat di FantaSea. Nah kebetulan, supirnya orang Thailand Muslim, jadi saya tanya-tanya dimana masjid dan makanan halal berada. Ternyata dekat banget masjid dari hostel saya. Dari Surin Clock Tower, belok kiri, dan ketemu mesjid sebelah kiri. Diseberangnya banyak makanan halal kayak kari dkk yang dijual Muslim Thailand. Di dekat perbelanjaan Robinson, kalau malam hari, banyak menjual makanan. Kita tinggal pilih saja makanan yang penjualnya ibu-ibu kerudungan. Alhamdulillah gampang banget dapat makanan halal disini dibandingkan di Bangkok. Kalau di Bangkok, saya harus selalu tanya dan kudu teliti cari logo halal atau bulan bintang. Sampai di hostel, saya TEPAR-SETEPAR-TEPARNYA. Besoknya saya kesiangan dan badan saya sakit semua.

DAY 6 : PATONG-KARON-KATA BEACH, THE BIG BUDDHA, WAT CHALONG, GO TO HAT YAI

Saya bener-bener kecapekan karena tour marathon kemarin. Baru bangun jam 9, padahal rencana bangun jam 6 untuk jelajah Patong sebelum berangkat ke Hat Yai malam harinya. Saya buru-buru packing, titip tas, cari sewa motor (250 baht/24jam) tapi karena kepepet cuma butuh 6 jam dan gak bisa ditawar, akhirnya saya dapat 200 baht untuk satu motor Honda Matic. KIra-kira jam 12, saya baru start dari Phuket Town. Dan emang dasar nggak bisa baca peta, tersesatlah saya. Saya Cuma punya tablet note 8.0 samsung yang besar jadi agak susah dikeluar-keluarin untuk liat gugel maps. Bermodal nanya-nanya, akhirnya sampailah saya dijalan menuju Patong Beach yang satu arah itu. Saya ngelewatin Mall Jungcyelon (nggak sempat masuk), pasar dan toko-toko disekitar Patong. Patong Beach emang keren sih. Tapi dasar, nyari masalah banget karena saya datang tengah hari, I got sunburn because of that. Huhuhu.

Patong Beach

Setelah dari Patong, saya pun kearah Karon and Kata Beach. Menurut saya sih, lebih tenang dan lebih keren Kata Beach. Yang mau sepi-sepi dipantai, lebih baik ke kedua pantai ini daripada ke Patong Beach. Destinasi saya berikutnya, The Big Buddha. Ternyata tempat ini terletak diatas gunung. Jadi saya keatas naik motor. Jalannya persis sama dengan jalan ke kawah putih, bedanya ini 2x lebih jauh jaraknya. Oiya, masuk disana tidak dipungut biaya sama sekali, biar parkir pun gratis. Kalau ada yang mau ke The Big Buddha, baru pakaiannya agak mini-mini, biasanya kita dipinjemin selendang untuk nutupin ‘aurat’. Pas saya disini, kebetulan para monk lagi berdoa di kuil persis dibawah patung Buddhanya. Di sepanjang patung Buddha, terdapat banyak patung replika Buddha sesuai hari dan lonceng-lonceng simbolis yang bisa kita tulisi doa dan harapan seperti gembok-gemboknya di Namsan Tower, Korea. Selama di The Big Buddha, mendengar suara-suaranya Monks lagi berdoa, suddenly, I felt a peace and relax. Now I know why people always said that Buddha’s thing make us feel a peace.







The Big Buddha


Wat Chalong. Final Destination!

Setelah The Big Buddha, Wat Chalong merupakan destinasi terakhir saya sebelum beranjak ke Hat Yai.  Pulang dari sini, saya langsung balik ke hostel, ambil laundry, dan siap-siap ke terminal 1 untuk naik bus ke Hat Yai (harga 350 baht). Jam sepuluh saya berangkat dari terminal 1 Phuket dan sampai subuh di Hat Yai. Itulah seuprit cerita saya selama di Phuket.

Tired? Yes, So Much. Satisfied? Absolutely! And I am Happy! :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar