Rabu, 29 Juni 2016

Travel Side Story : Pertama Kalinya Ikut Travel Tour : JongJava!

Oktober tahun lalu, saya mengajak teman-teman dekat saya untuk pergi traveling ke daerah favorit saya, Jawa Timur! Karena saya pergi bersama teman, jadi saya tidak mau me-risky-kan perjalanan kami seperti perjalanan gila-gila saya lainnya. Saya pun mulai mencari paket tur travel via www.triptrus.com, dan akhirnya pilihan saya jatuh pada paket wisata Banyuwangi-Bali-Bromo dari JongJava Travel Tour. Harga yang kami harus bayarkan kurang lebih Rp. 1.390.000 dengan rute yang ditawarkan : Kawah Ijen, Pulau Merah dan Pantai Teluk Ijo Pacitan, Taman Nasional Baluran, Pulau Menjangan dan Gunung Bromo. Perjalanan wisata itu memakan waktu empat hari tiga malam.

Tanggal 10 malam, kami kumpul di tempat sepupu saya, daerah kompleks ITS Surabaya. Fifah naik kereta dari Bandung. Dewi dan Dian naik pesawat dari Makassar. Saya sendiri sudah stand by di rumah sepupu sehari sebelumnya. Lalu kami pun dijemput panitia JongJava dan lanjut pick-up peserta di sekitar daerah kota dan berkumpul di meeting point kami, di stasiun. Setelah semua peserta diabsen dan saling kenal-mengenal singkat, kami semua memulai perjalanan tur travel ini. Destinasi pertama kami adalah Pulau Menjangan, Bali Barat. Paginya kami sudah sampai di Ketapang. Kami menyebrangi Selat Bali untuk mencapai Gilimanuk lalu kemudian melanjutkan jalan darat menuju Menjangan. Tepat tengah hari kami sampai di penyebrangan dekat Pulau Menjangan. Sebelum kesana, panitia memberi sedikit pengarahan dan kesempatan untuk ganti baju. Cuaca hari itu benar-benar panas. Tak ada pilihan lain, kami tetap ganti baju dan bersiap-siap untuk snorkeling. Saya sendiri memang cari masalah. Karena kebiasaan pakai celana pendek, ya, begitupun ketika berenang, pakai celana pendek sependek celananya Bob Sadino. Resiko hitam ya biarlah hitam, toh saya orang Indonesia and I am Ambonese. Proud of my skin! Hell yeah! Hahahaha

Sampai di Menjangan, ternyata kita tidak menepi ke daratan, tapi langsung ke spot snorkelnya. Tanpa babibu, langsunglah kami nyebur. Underwater viewnya kerenlah!


Clown fish in Menjangan Island


Selesai dari Menjangan, kami kembali lagi menyebrang ke Jawa dan langsung ke Banyuwangi, tempat destinasi tur kami yang lain. Di Banyuwangi sendiri banyak sekali spot-spot tempat wisata yang famous. Kebanyakan yang bule-bule suka datangi ya pantainya. Pantainya langsung menghadap laut lepas karena itulah ombaknya menantang untuk dipakai olahraga surfing. Pantai yang paling famous buat bule surfing yang saya tahu adalah Pantai Krui, tapi kami tidak kesana.

Untuk perjalanan ini, kami tidak pergi ke spot surfing, tapi pergi ke pantai lain, Pantai Pulau Merah dan Pantai Teluk Ijo. Sampai Pantai Pulau Merah, waktu sudah menunjukkan pukul 12 siang. Ada yang tahu kenapa dibilang Pantai Pulau Merah? Karena didepan pantainya, ada gundukan daratan gua yang kalau sore kelihatan merah. Tak berlama-lama disitu, kami lanjut naik kapal motor menuju Teluk Ijo.

Sampai disini saya pun menganga. OMG, so amazing here! Gradasi warna airnya ijo beneran! (bukan ijo butek-butek di pantai anyer ya!)

Pantai Teluk Ijo, Pacitan

 Tyranosaurus Squad on Vac!

Sunset di Pulau Merah

Pulang dari Teluk Ijo, kam kembali ke Pantai Pulau Merah dan menghabiskan sunset time sambil mengabadikan foto-foto kami yang aneh. Hahaha. Akhirnya, kami pun kembali ke penginapan. Waktu sudah menunjukkan pukul 10 malam. Rencana dini hari sekitar jam 1, kami siap-siap berangkat pergi ke Kawah Ijen. Karena cuaca yang kurang bagus, rombongan kami hari itu tidak bisa melihat Blue Fire di malam hari, jadi kami sampai di Kawah Ijen dalam keadaan sudah terang. Trek menuju keatas cukup melelahkan mengingat saya yang tidak pernah olahraga. Kalau dari penampilan, saya emang yang paling kelihatan sporty dan balaki. Tapi sebenarnya saya yang paling letoy kalau jalan-jalan nanjak begini. (don’t judge the book by its cover!)  Saya hanya wanita lemah! :p Pada akhirnya, saya terus yang ditarikin sama tiga kawan yang kelihatannya lemah gemulai padahal lebih kuli daripada saya. Oiya, disepanjang jalan, kami ketemu bapak tua berambut putih yang punya masalah jantungnya (entah sudah pasang cincin berapa), tapi nekat sendirian naik keatas. Beberapa kali beliau stop ditengah jalan, kami takutnya tiba-tiba dia kumat jantungnya, bahaya juga. Beliau dulunya pernah naik ke ijen beberapa puluh tahun yang lalu dan memutuskan untuk naik lagi sekarang. Salute!

Touchdown Ijen! (dibelakang kami ada bapak-bapak itu gak sengaja kefoto)

Pulang dari sana, kita nyamper sebentar ke Taman Nasional Baluran yang katanya Little Africa in Indonesia.
They said that this is little africa, tapi versi africa nggak ada hewan

 
We're on Baluran!

Selesai dari Baluran, kami tepar. Besoknya kami harus menuju ke destinasi terakhir, Bromo. Ini kedua kalinya saya ke Bromo. Kurang lebih jam 3, rombongan kami sampai di base campnya Bromo. Demi motoin sunrise, teman-teman saya rela dingin-dinginan sambil megangin hp untuk stand by foto. Saya sendiri lebih memilih duduk dekat perapian kecil sambil gosok-gosok paha yang beku (karena nekat pakai celana pendek lagi). Dinginnya, naujubillah!

 
Hello again, Bromo!

Habis berburu sunrise, kami lanjut kearah kawah dan pasir berbisik. Disinilah saya merasa perjalanan saya ke Bromo tahun 2010 dengan tahun 2015 benar-benar berbeda! Disekitar kawah dan pura, banyak tenda-tenda yang jual makanan. Tidak hanya itu, sekarang motor-motor pun ramai parkir didekat pura. Deburan pasir karena banyaknya kendaraan campur bau tahi kuda dimana-mana menjadikan lingkungan sekitar pura dan kawah menjadi dirty and crowded.

dirty and crowded now!

Destinasi selanjutnya, Bukit Hijau Teletubbies dan Pasir Berbisik. Untuk menuju kesini, kita harus naik jeep ala-ala padang pasir belok-belok keren kurang lebih 15 menit. Karena pengen sekali foto naik kuda di  Teletubbies, akhirnya saya pinjem jasa nyewa kuda (cuma buat foto) dan topi koboynya bapak pemilik kuda. Cuma bayar sepuluh ribu!

Cowboy Ghea

Demikianlah perjalanan travel tour pertama saya. Memang capek sih, karena kita harus ngunjungin banyak daerah dalam waktu yang super-duper singkat. Nggak nyantai jadinya. Tapi dibalik itu, karena kita bareng-bareng dan tour guide JongJavanya asik, krik-kriknya perjalanan jadi nggak dirasa. Intinya, tak seboring dibayangkan kok kalau kita ikut jalan-jalan pakai travel tour. Tergantung dari panitia dan pesertanya.

Terima kasih untuk JongJava dan teman-teman peserta yang menemani perjalanan kami :)

Setelah perjalanan pertama kami, rencananya tiap tahun kita berempat janji bakal selalu ngeluangin waktu untuk liburan setahun sekali. Selanjutnya kemana lagi ya? We’ll think about that later! hahaha

NB: Mohon maaf kalau kali ini, detail perjalanan kurang lengkap karena tulisan ini hasil merecall dari perjalanan setahun yang lalu. Maklum, penulisnya sudah agak pikun!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar