Senin, 20 Juni 2016

Travel Side Story : It's not a first time, but it felt like that!

Bicara tentang trip to overseas, perjalanan ke Thailand-Malaysia bukan perjalanan pertama saya. Pengalaman pertama saya keluar negeri justru ketika saya sedang Kuliah Kerja Nyata (KKN) Nasional tahun 2012 lalu di Pulau Sebatik, perbatasan Kalimantan Timur-Malaysia. Perjalanan saat itu melewati perbatasan laut dengan speed boat menuju kota Tawau, Malaysia untuk sekedar cuci mata dan belanja. Orang Nunukan dan Sebatik pun lebih sering berbelanja ke Tawau daripada ke Balikpapan karena aksesnya yang lebih mudah dan harga yang lebih murah.

FYI, Saya memutuskan pergi trip ke Thailand ketika H-4 keberangkatan. Cukup gila? Crazily insane! Waktu itu, saya agak sedikit ‘galau’ memikirkan apa pilih ikut trip ke Lombok atau menjelajahi tiga Negara Thailand-Malaysia-Singapura sekaligus? Pilihan saya jatuh pada Thailand. kapan lagi ada waktu keluar coba? Kalau ditunda-tunda saya akan jadi kagok terus keluar negeri, beside, waktu saya tugas internsip saya sebentar lagi, there’s no time. H-4 keberangkatan ke Thai, saya mulai menyusun itenary untuk trip per harinya dan apa-apa barang yang perlu saya bawa. Untuk menghemat bagasi karena pesawat Air Asia hanya membolehkan barang seberat 7 kg untuk bagasi kabin, saya cuma bawa carrier 45 L merk eiger dan tas selempangan saya, itu cukup untuk mengakomodasi perjalanan sepuluh hari kedepan. Botol-botol alat mandi saya perkecil jadi 100 ml supaya memenuhi aturan bagasi.

Sampai di Bandara Doen Mueng,Thai, saya pun langsung menuju tourist information dan cari orang yang jual simcard dtac. Untungnya dua tempat ini tepat didepan pintu keluar kedatangan bandara. Saya langsung nanya gimana caranya ke Khao San dan langsung beli sim card. I did my research so I didn't get lost. Haahaha. Saya juga sempet kagok sendiri karena saya harus tetap berbahasa inggris untuk having conversation, but im getting used to it. Dan ada saatnya lidah ini kerasa banget gatel mau ngomong Indonesia, tapi nggak tahu ngomong sama siapa. Dan pas tiba di Malaysia, eh entah kenapa ini mulut ngomongnya Inggris melulu, padahal udah bisa speak Malay disini. kampret!

Oiya, saya mulai banyak ketemu orang Indonesia pas di Kuala Lumpur. Biasa mereka trip sama keluarga atau teman-temannya. Mereka selalu heran kok berani-beraninya saya ngetrip sendirian, apa nggak takut dijambret atau diperkosa? Kalau saya sih, yang penting kamu tahu batas dan ngikutin aturan daerah situ, everything's gonna be alright. Yang penting jangan keluar terlalu malam di tempat rawan dan jangan berpakaian over-seronok (meski bule-bule di Thai lebih naujubilah bikin ngiler ngeluarin auratnya). Jangan lupa, selalu berdoa dan selalu percaya, meski banyak orang jahat diluar sana, masih banyak juga orang baik yang akan nolong kita if somethings wrong. Dunia tidak semengerikan dan separno yang Anda bayangkan. If you always think that, you're never get out from your comfort zone, trust me. 

Anyway, saya juga mau cerita, saya nyaris ketinggalan pesawat di KL pas mau pulang ke Indonesia. H-20 menit keberangkatan, saya baru nyampe Bandara KLIA2. GILA? Bingits! Mana si petugas India udah say no terus and insist the gate is closed. Saya pontang-panting lari-lari cari bantuan. Dan pergi pura-pura nangis duduk-duduk dilantai demi dapat iba dari petugas Malaysia yang lain. And you know what? H-10 menit keberangkatan, mbak-mbak hijabers petugas CS lion air itu akhirnya setuju masukin saya. Dan saya harus lari secepat mungkin menuju gate pesawatnya. ANJIRRRRR, Ternyata jauh banget! Harus naik subway lagi dan jalan jauh luar biasa. H+10 menit saya baru masuk pesawat. ALHAMDULILLAH! Saya udah nangis darah aja kalau harus bayar tiket lagi! Kere! :(

Hahaha, kalau dipikir, perjalanan ini benar-benar luar biasa. Its not a first time travel to overseas, but it felt like that. Walau cuma sepuluh hari pergi, saya jadi tahu alasannya kenapa orang banyak pergi travel keluar negeri tiga bulan bahkan bisa sampai bertahun-tahun nggak pulang. Karena nagih. Banyak orang, banyak pemandangan, banyak pengalaman, dan terlalu banyak hal yang fascinating dan super-amazing yang dapat diterima semua inderamu ketika bertualang. And i felt good, so good! Saya ketagihan!

Saya akan merencanakan pergi keluar lagi dengan waktu yang lebih lama.
Although long time travel needs a big preparation, that's ok. 
So, Bismillah!

Enjoying the view in Khai Island, Phuket, Thailand. I feel Alive!

1 komentar: