Sabtu, 16 Juli 2016

CORETAN UPRIT! (CuPrit!) : KUALA LUMPUR

Inilah seuprit cerita saya di Kuala Lumpur… 

DAY 7 : HAT YAI – CHANGKAT BUKIT BINTANG

Pukul lima subuh, saya sampai di Terminal Hat Yai. Saya masih agak setengah sadar sampai-sampai pak supir bus ngejar saya karena tas kerel yang ketinggalan dibagasi. Hahaha. Setelah saya cari-cari papan-papan loket bus menuju KL, kok nggak ada ya? Ternyata, setelah nanya-nanya orang lokal, ternyata tiket yang menjual tiket keluar daerah itu justru ada diluar terminal. Harganya? saya lupa banget. Belakangan saya tahu, harga tiket diluar terminal itu udah pakai harga tiket reseller. Mereka bisa untung 300-400 baht. Jadi kalau mau getol cari tiket bus ke KL yang lebih murah, harus ke PO Busnya langsung aja. (tanya-tanya orang lokal aja ini dimana, jadi tinggal nyambung ojek atau tuktuk).

Seharusnya bus saya jam bakal berangkat jam 8 pagi. (tapi nyatanya, saya dioper lagi ke kantor PO Bus sebenernya jam 9, dan berangkat jam 10 pagi). Sepanjang di perjalanan saya menuju KL, saya ketemu cewek bernama Mul. (Ya..ya..nama sebenarnya Mulania) Sekilas dia kayak orang Vietnam atau Burma,eh  ternyata bener dia orang Myanmar. Beberapa tahun yang lalu, mereka, yang merupakan refugee Burma pindah jadi warga negara Amerika. Asli deh, selama diperjalanan, ini anak asik bener and we really have that meaning talk about religion, lifestyle, personal life, and birthdaynya. Tadinya mau meet up di singapur demi ultahnya (kalau saya karena tertarik rooftop party, free drinks, and buffetnya), tapi nggak jadi, karena harus pulang untuk daftar online dokter internsip. Zzzzzz, rencana tinggal rencana.

Waktu mau nyebrangin perbatasan, Si Mul sempet khawatir karena dia cuma bawa sedikit uang, takut dipalakin karena dia warga Amrik. Eh ternyata nggak, kita disuruh turun bus, lewat keimigrasian, dicek paspornya, trus naik bus lagi deh. (ternyata ceritanya Claudia Kaunang tentang nyelipin 1RM di paspor pas nyebrang ke Malaysia ternyata udah nggak berlaku). WNA kayak Si Mul juga nggak dipalakin uang masuk sama sekali.

Memasuki daerah Malaysia, kami disapa dengan hujan deras. Untungnya, ketika jam 8 malam sampai di KL, hujan berhenti dan kami lanjut naik taksi argometer menuju bukit bintang. Kebetulan hotel saya sekitar Changkat, Serenity Hostel, hostel yang saya booking via www.booking.com (membuking tanpa harus membayar, harga 1 malam + breakfast cuma 28 ringgit!). Eh begitu sampai Changkat, saya kaget. Saya nggak nyangka daerah ini mah mirip hostel yang ditempati di Khao San Road. Kanan-kiri bar semua. Alamak! Hostel saya sendiri berada diatas bar, perlu beberapa kali bulak-balik untuk dapet ini hostel. Mini banget jalan masuknya dan tempatnya dilantai 2. Akhirnya saya check in. Setelah taruh barang dan buang sial dengan mandi, saya coba mencari makanan sekitar situ. Akhirnya ketemu rumah makan India deket situ, namanya SK Corner. Saya coba makan Indian Soup, Sup Mamak kambing.

It’s little spicy, but that’s ok! 

Setelah makan, saya langsung balik ke hostel dan tidur. Saya super-duper TEPAR TOTAL!

DAY 8 : BATU CAVES – GENTING HIGHLANDS
Destinasi pertama saya hari ini ke Batu Caves. Untuk menuju ke sini, saya hanya perlu berjalan sedikit untuk naik monorail dari Bukit Bintang kearah KL Sentral, lalu ganti transportasi dengan KTM Komuter langsung ke  Batu Caves (bayar 2 RM). Tempat wisatanya terletak tepat di sebelah KTM Komuter Batu Caves. Tiket masuk gratis..tis..tis..

Depan pintu masuk, ketemu patung ini

Setelah berkeliling liat-liat kuil, saya memutuskan mencoba menaiki 200 lebih tangga menuju wisata utamanya. Sewaktu naik keatas, anda akan banyak ketemu monyet-monyet nakal yang suka tarik-tarik turis. Terlebih yang ngasih mereka makan, caranya ngambil itu lho, luar biasa liar, sampe kena garuk tangan-tangannya bule. Makanya saya stay away dari monkey-monkey itu. Berikut, pemandangan selama didalam, Kerenlah!!

 
Menuju Puncak!



Mari makan pagi dengan manisan India

Balik dari sini, sebelum pintu keluar, ada beberapa toko makanan yang jual manisan. Dan akhirnya saya makan semua jenis manisan yang ada disitu! Pulang dari sana, saya kembali naik balik KTM Komuter Batu Caves kearah KL Sentral. Sementara menunggu, saya banyak nemuin orang Indonesia disini. Asal saya denger bahasanya udah EYD atau bahasa slank gaul, nah biasa langsung saya nyapa (sekalian nyari temen Indonesia). Banyak orang Batam, Medan, Pontianak yang saya temui disini. Saya baru sadar minggu ini ada dua hari libur, Isra Miraj dan Isa Almasih, belum lagi banyak promo AirAsia PP bulan-bulan sebelumnya, that’s why Indonesian nyerbu Singapura da Malaysia minggu itu.

Kembali ke KL Sentral, saya mencari bus khusus menuju Genting Highlands. Nah, ini little tricky. Antara jarak waktu bus ke bus selanjutnya lumayan lama. Saya dapat yang jam setengah 2 (harga bus bolak balik genting + skyway sekitar 21 RM), padahal ini masih jam setengah 12. Tiba-tiba sementara saya lagi nanya-nanya si mbak loket yang ketus itu (karena cuma dia yang bisa ditanyain), ada bapak-bapak tua (yang liat saya kebingungan, bapak ini baik banget meski englishnya cepet banget). Intinya beliau bilang, kamu ikut saya saja, bisa kok masuk bus jam yang lebih cepat kalau masih ada seat yang tersisa. Akhirnya saya ngekor beliau dan saya bisa ngikut bus yang jam setengah satu. Alhamdulillah! Dan satu jam kemudian, sampailah saya di Genting Highlands!

First World Indoor Theme Park 

Casino dilantai atas

Pengen maen, tapi nggak punya uang -.-

Saya kelilingi itu dari lantai 1 sampai lantai 4, First World Hotel, Indoor Theme Parknya, dan kasinonya juga. Kalau Outdoor Theme Parknya belum jadi-jadi dari tahun kemarin. Pokoknya pulang-pulang, badan saya pegel luar biasa. Dan kaki ini, sungguh amat tak mampu untuk berdiri lagi. Saya balik ke hostel dan melepas lelah sebentar. Tengah malem saya dibangunin. Si Bule England minta ditemenin minum, katanya ada ladies night, jadi free drinks for woman! Yeah!

DAY 9 : CENTRAL MARKET, CHINATOWN, PETRONAS TOWER
Hari ini, saatnya saya mencari sedikit oleh-oleh untuk keluarga dan teman di Bekasi. Untuk menuju ke Central Market dan Chinatown, kita bisa menggunakan CityBus Go KL warna ungu dari Halte Bus Bukit Bintang langsung ke Pasar Seni. Bus ini gratis!

Sampai di Pasar Seni, kita cuma perlu berjalan sedikit ke depan untuk mendapatkan ke Central Market. Masuk ke Central Market, saya banyak nemuin Indonesian pergi borong-borong oleh-oleh. Central Market itu sejenis pasar tradisional yang dikemas dengan gaya modern. Banyak jenis makanan, cinderamata khas yang dijual dan dibagi per section berdasarkan asal khas daerah (Malaysia terdiri dari berbagai etnis). Diatas ada food court, jadi kalau laper, tinggal lari ke atas aja. Sepengelihatan saya, barang-barang khasnya ya kayak Indonesia punya. Jadi saya nggak tertarik beli barang, saya cari snack saja. Snacknya macam-macam. Saya cukup beli cokelat beryls berbagai kemasan dan rasa. Keluar dari sana, saya lihat-lihat Chinatownnya KL. Pas saya liat, ini konsepnya kayak pasar luar tenda-tenda kayak di Proyek Bekasi. Nggak lama disitu, saya pulang.

Malamnya, saya janjian ketemuan sama Teman Sejawat Malaysia yang sekaligus partner koas tht saya, Noi. Sambil membunuh waktu, saya keliling mall didalam Petronas Tower. Setiap jam 9 malam, biasanya ada pertunjukan air mancur didepan Petronas Tower. Jadi saya mentengin pertunjukannya sampai selesai.

 
Silaturrahmi sebentar sama Dokter TS Malaysia, Noi!

DAY 10 : HOME!
Hari itu saya bangun siang. Jam 10. Pesawat saya jam 1. Saya baru keluar rumah setengah 11. Gila kan?? Saya harus naik Monorail Bukit Bintang menuju KL Setral. Lanjut naik KLIA Express ke KLIA 2. Nyampe sana jam 1 kurang 15 menit. Saya nyaris ketinggalan pesawat karena the gate is closed. Akhirnya setelah luntang-lantung memohon sana-sini untuk dibuka gatenya, akhirnya saya dibolehin masuk. Ada mas-mas India yang nemenin saya. Dia bilang saya lucky banget karena selama ini nggak pernah ada penumpang yang dibukain gatenya. Dan ternyata ini nggak kaya Soetta dimana kita harus naik subway lagi menuju tempat pesawat. Lari-larilah kencenglah saya bersama kerel yang berat itu. H+5 menit sampailah saya dipintu pesawat Lion Air. Alhamdulillah!!!!!

Demikian perjalanan CuPrit (Coretan Uprit) di Dua Negara. Puas??? Belumlah..
Ah, sepertinya waktu buat stay di Malaysia terlalu sedikit..belum ke Melaka, belum ke Pahang, belum nonton konsernya Siti Nurhaliza disana...ckck. ke Singapur juga belum..
Lain kali saya jalan lebih lama lagi deh disana.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar