Minggu, 26 Maret 2017

Foto Punya Cerita : Kota Pacitan

Selain rubrik Travel Side Story yang menceritakan sisi lain jalan-jalan saya dan Coretan Uprit! (CuPrit!) yang mengenali lebih dalam daerah yang dikunjungi, akhirnya saya buat rubrik baru "Foto Punya Cerita". Kenapa saya bikin rubrik baru? Karena terlalu banyak acara jalan-jalan  yang tidak saya sempat buat tulisannya, tapi lengkap fotonya. Jadilah ini rubrik yang isinya foto yang memamerkan jejak langkah saya di mana-mana dengan deskripsi ala kadarnya tentang foto tersebut. Dan inilah Foto Punya Cerita, sebuah perjalanan ke Kota Pacitan bersama adik-adik saya saat pertengahan Agustus 2015.

Inilah Pantai Teleng Ria, terletak pas di Kota Pacitan. Tujuan pertama saya adalah ke Pantai ini, sebelum mengeksplor pantai-pantai yang lain. Kabut abu-abu dan burung-burung camar yang mewarnai senja di Teleng Ria membuat saya terbius untuk menikmati pemandangan ini lebih lama. 

Hari kedua, saya akhirnya mengunjungi the main place of this city, Pantai Klayar! Menuju ke Klayar ini tergolong sulit lho, mengingat setengah dari jalannya masih dalam tahap perbaikan. Saya dan adik yang saya boncengi jatuh dua kali karena jalan yang kurang bagus. Pantai Klayar terkenal dengan bentuk batu Sphinx-nya seperti di Mesir dan deburan  seruling laut yang tampak seperti air mancur yang muncrat dari dasar karang.

Saking banyaknya gua disini, Kota Pacitan dijuluki sebagai Kota 1001 Gua. Gua yang sering sekali didatangi wisatawan itu ada dua, Gua Gong dan Gua Tabuhan. Sebelum sampai di Klayar, kami sempat mengunjungi Gua Gong, gua yang digadang-gadang sebagai salah satu gua terindah di Asia Tenggara. Setelah menyelusuri Gua Gong lebih dalam, saya tidak heran dengan julukannya. Bisa dilihat, dari stalaktit-stalaktit berjajar yang masih dibasahi dengan air yang menetes serta pantulan sinar lampu warna-warni yang menyinari batu-batu dari bawah membuat gua ini makin terasa eksotis dan indah.

Untuk lihat pemandangan yang satu ini, kita tidak perlu pusing. Cukup berjalan 1-2 kilometer dari Penginapan Larasati di Klayar, saya sampai di Pantai Karang Bolong (modal numpang mobilnya orang). Ngeliat ini, saya cuma bisa nyebut-nyebut Subhanallah dan bilang dalam hati, "Honeymoon, Makebabymoon, dan Babymoon gue harus disini! Spend my time in Pacitan!" Hehehe

Inilah personil yang menemani saya jalan-jalan ke Pacitan. Adik-adik saya plus temennya adik saya. (dan demi apa lupa namanya siapa) Thanks for accompanying me btw!

Pantai Buyutan adalah persinggahan kami sebelum ciao dari Pacitan. Katanya sih keluarganya Bapak SBY suka jalan-jalan kesini. Pas sampai disini, lihat kebawah, voila! kayak nggak berpenghuni! Sayangnya karena keterbatasan waktu, kita cuma ngeper-ngeper dari atas ngeliatin pantai indah ini.

Sebenarnya masih banyak pantai di Pacitan yang belum saya eksplor seperti Banyu Tibo, Watu Karung, Srau, dan kawan-kawannya. Maybe, I'll save the best for last, for honeymoon, maybe? haha
I'll be back to this city. One day, hmm.. one day!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar