Jumat, 16 Juni 2017

CORETAN UPRIT! (CuPrit!) : Enrekang part #2

Inilah tempat wisata lain yang telah saya kunjungi selama di Enrekang, Sulawesi Selatan. Tulisan jalan-jalan tentang Enrekang yang pertama, ada disini 

Air Terjun Lewajja 
Saya kesini dua kali. 
Dan Alhamdulillah pas banget air terjunnya lagi deras-derasnya. Wisata Lewajja terletak lima kilo dari kota Enrekang. Akses jalan bagus, bisa lewat jalan maupun mobil. Awalnya Lewajja hanyalah wisata air terjun saja, tapi lama-lama dibagian hilir dibuatkan kolam air renang buatan, sehingga masyarakat juga bisa menikmati air di Lewajja tanpa harus berjalan jauh. Untuk menuju air terjun, kita perlu berjalan kurang lebih lima ratus meter dengan medan yang sedikit naik turun, cukuplah bikin kita keringatan pemanasan sebelum nyebur-nyebur cantik. 

Begitu lihat air terjun, spontan saja saya bergerak lebih dekat. Cepat-cepat nyebur dan ngerasain dinginnya air. Brrrr! Segar! Perlahan-lahan teman-teman pun akhirnya nyebur. (padahal mereka nggak ada niat nyebur) Ternyata dibandingkan sebelumnya, dibagian dasar dari tempat turunnya air terjun, sudah ditimbun tanah tambahan supaya tidak dalam dan kita masih bisa menyentuh tanah. 

Agenda selanjutnya, jreng jrengg.. Lompat dari batu! Hahaha. Seruu!! Akhirnya dari yang berani lompat sampai yang takut lompat semuanya turun. Btw, berikut ada foto pas saya pertama kesini. Saya dan kakak berhasil turun dari samping batu supaya dapat bisa dapet foto keren pas dibatunya. Pas kedua kali saya kesini, saya nggak bisa turun karena licin banget. 

Butuh perjuangan untuk sampai bisa baring disitu

SEGAR!
Oiya, untuk kesini, tiket masuknya cuma 7 ribu perak. Pemandangan dan cost kesini sangat keren, murah, dan terjangkau. Jadi sangat disayangkan kalau ke Enrekang kalau nggak kesini. 

SWISS  (Sekitar Wilayah Sungai Saddang) 
Ini bukan Negara. SWISS itu nama kependekan dari Sekitar Wilayah Sungai Saddang. Ini sebenarnya daerah jalan di pinggir Sungai Saddang. Di pinggir jalan, banyak didapatkan warung kopi yang dilengkapi TV yang bisa karaokean. Tempat ini bak Inul Vizta versi murah dan versi toa kemana-mana. Ditemani es kelapa gula merah, pisang goring coklat, sambil nyanyi. Lagu requestan kita sudah membuat hati saya senang. Lumayanlah, melepas kebosanan rutinitas kami selama di rumah sakit. Oiya, warkop-warkop tutup jam 12 malam, jadinya request lagu nggak bisa sampai subuh. Hahaha :p

Bersama crew UGD di warkop andalan!

Kebun Raya Massenrempulu Enrekang 
Ini tempat wisata yang terkahir saya kunjungi. Saya dan kakak boncengan naik motor menuju kebun raya. Tidak sampai setengah jam perjalanan kami dari kota untuk sampai kesini. Kesan pertama lihat tempat ini? Luas. Kesan kedua? Kering. Kesan ketiga? Tidak terawat. Saya bingung untuk mendeskripsikannya. Besarnya lahan kebun ini, tapi hanya sedikit spot keren yang bisa saya lihat. Tiket masuk sini hanya lima ribu rupiah. Kalau Anda mau piknik, ini bisa menjadi tempat yang bagus untuk gelar tikar, makan makanan kotak, dan menikmati pemandangan. 

Danau didalam kebun
Salah satu spot keren buat foto di kebun raya :)

#Need to mention: Tebing Mandu 
Sebenarnya ini bukan tempat wisata resmi sih. Kalau dari Pasar Cakke turun kebawah menuju Pasaran, kita bisa melihat pemandangan yang seperti ini. Sesekali, untuk menemani sore yang membosankan, saya kadang pinjam motor kakak perawat untuk ke tempat ini. menghabiskan waktu melihat senja yang perlahan menghilang. 

Setelah jembatan, kita bisa singgah dibatu-batu dibawah tebing Mandu. Sebenarnya tebing ini bisa dipanjat sampai puncak, tetapi tidak ada yang mau menemani saya. konon tahun lalu, kakak-kakak perawat dan dua teman saya yang sebelumnya tugas disini mencoba menaiki tebing ini. salahnya mereka naik keatas saat sudah jam lima sore dan jalur yang ditempuh sangatlah ekstrim, sampai ada adegan manjat akar-akar pohon untuk melewati jurang batu. Setelah itu, semua kakak kapok untuk naik lagi keatas. Saya juga nggak berani takabur kalau nggak ada Tour Guidenya.

Si kakak dan anak-anaknya akhirnya nganter saya sampai dibawah tebing. Kalau dilihat dari samping, terdapat semacam lorong yang berada disepanjang tebing. Katanya ini adalah bekas kuburan penjajah dulu. 

Di bawah Tebing Mandu. Gak boleh nyelup kaki, katanya ada buaya

Bersama Tour Guide saya didepan tebing mandu dan kebun bawang :)

Overall, Enrekang punya banyak banget tempat wisata. Sayangya dinas pariwisata kurang promosi jadi tempat wisata disini masih kurang peminat. Untuk Traveler yang mau berkunjung ke Toraja, alangkah baiknya sebelum/sesudah pulang bisa mampir ke Enrekang. Kalau ke Toraja, Anda pasti melewati Enrekang, jarak tempuh diantaranya hanya berjarak 3 jam saja. 

Nah, demikianlah petualangan saya selama di sini sekaligus berakhirlah Tugas Internsip saya di Enrekang selama setahun terakhir. Orangnya hangat dan seru, daerahnya indah dan menawan. 
Jadi, kalau ada waktu dan umur, saya akan kesini lagi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar